Wednesday, October 3, 2012

Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pengelasan Secara GTAW


Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pengelasan Secara GTAW

Pengelasan GTAW di samping mengandung bahaya sebagaimana halnya SMAW, juga terdapat potensi bahaya lainnya yang berasal dari botol gas lindung dan gas lindung itu sendiri.

Penanganan yang baik

Botol gas harus ditangani secara hati-hati, karena terhempas, terpukul atau tertindih dapat menyebabkan kerusakan pada botol gas, dan piranti keselamatan botol, atau bahkan dapat menyebabkan meledakkan botol. Tutup (cap) pelindung katup, bila dipasok, harus tetap terpasang (ulir cukup dikencangkan oleh tangan). Tutup baru dibuka sewaktu botol digunakan atau sedang dihubungkan secara seri untuk digunakan. Sewaktu digunakan botol gas harus diikat dan sebaiknya dalam posisi tegak agar tidak tumbang.

Gas yang berbahaya

Gas beracun yang dihasilkan oleh GTAW adalah ozone, NO2, dan gas phosgene. Gas phosgene dapat terjadi karena proses dikomposisi thermal atau dikomposisi oleh sinar ultraviolet terhadap bahan pembersih yang berupa hidrokarbon yang terklorinasi seperti : trichloroethylene dan percghlorethelene, yang terdapat disekitar pengelasan. Pembersihan gemuk dengan menggunakan zat hidrokarbon yang terklorinasi harus dilaksanakan di lokasi dimana uap zat tersebut tidak terkena radiasi nyala busur.

Ozone

Sinar ultraviolet yang dikeluarkan oleh busur nyala listrik bereaksi dengan oksigen dan menghasilkan ozone. Jumlah ozone yang terproduksi tergantung dengan intensitas sinar ultraviolet, kelembapan, pengaruh penyaringan oleh asap pengelasan, dan faktor lain. Namun demikian jumlah ozone yang terjadi tidak akan mengganggu kesehatan asalkan ventilasinya baik dan cara pelaksana lasnya sendiri yang baik.

Gas NO2 (Nitrogen Diokside)

Percobaan membuktikan bahwa keberadaan gas NO2 terletak sekitar 6” (150 mm) dari busur nyala. Ventilasi alami mengurangi jumlah gas NO2 ini dengan cepat sehingga tidak mengganggu pernafasan juru las, asalkan jurulas tidak terlalu mendekatkan kepalanya pada busur las.

Gas lindung

Harus ada ketentuan tentang ventilasi yang memadai dalam pengelasan yang menggunakan gas lindung dan gas purging. Jika ventilasi tidak cukup, gas lindung dan gas purging dapat mencekik juru las dan personel lain di sekitar pengelasan tersebut.

Cara memindah botol silindris gas pelindung (Argon 99.5%) dari jarak dekat dilaksanakan dengan memutar botol dalam posisi tegak dengan tangan secara hati-hati. Pemindahan botol silindris gas argon untuk jarak jauh sebaiknya digunakan lift truck atau heister.

Uap/ Gas metal

Gas (fume) yang dihasilkan oleh pengelasan GTAW dapat dikendalikan dengan menggunakan ventilasi alami, ventilasi umum, exhaust fan atau dengan alat pernafasan bagi juru lasnya (ANSI Z 49.1). Ventilasi yang dipersyaratkan untuk mengatur tingkat keberadaan gas beracun di lingkungan juru las pada batas yang aman tergantung pada beberapa faktor, antara lain :
-         Bahan yang di las
-         Luas daerah kerja, dan
-         Hal-hal yang menghalangi pergerakan udara segar di lingkungan juru las.

Setiap pengelasan harus dievaluasi secara sendiri-sendiri berdasarkan kasusnya masing-masing untuk menentukan langkah apa saja yang diperlukan untuk suatu pengelasan tertentu. Batas ambang keberadaan bahan beracun yang terkait dengan pengelasan yang di desain berdasarkan nilai rata-rata limit persatuan waktu (time-weighted average threshold limit value/ TLV’s) dan nilai maksimum (ceiling values), diterbitkan oleh The Occupational Safety and Health Administration (OSHA). Standar OSHA untuk industri lebih dikenal sebagai Code of Federal Regulation (29CFR 1910). Realisasi pelaksanaan (compliance) terhadap peraturan ini dapat dicek dengan mengadakan pengambilan contoh udara di dalam helmet juru las atau di sekitar zona pernafasan helper-nya . Sampling harus sesuai dengan ketentuan ANSI/ AWS F1.1 (method for sampling airborne particulates generated by welding and allied processes).

Radiasi

Energi radiasi yang dipancarkan oleh busur nyala las GTAW dapat melukai juru las (atau personel lain yang terkena) di dua bagian, yakni mata dan kulit. Ketentuan tentang mata dicakup oleh ANSI Z 49.1, Safety in Welding & Cutting, dan ANSI 87.1 Practice of Occupational and Educational Eye and Face Protection. Setiap personel yang berada di dekat pengelasan harus dilengkapi dengan peralatan pelindung terhadap energi radiasi GTAW. Biasanya tingkat radiasi yang tertinggi dihasilkan oleh GTAW ketika menggunakan Argon sebagai gas lindung dan aluminium serta stainless steel sebagai bahan yang dilas. Gelas penyaring radiasi GTAW ditentukan oleh ANSI Z 49.1 sesuai dengan daftar di bawah ini. Disarankan juru las menggunakan gelas penyaring yang tergelap yang mengenakkan mata, namun tidak lebih terang daripada yang disarankan. Untuk melindungi kulit, tudung wool warna gelap atau kulit digunakan di bawah helmet untuk melindungi muka dan leher dari serangan sinar ultraviolet GTAW. Tingkat radiasi ini cukup tinggi untuk menghancurkan kasus dan bahan lain.



Tabel Lensa Penyaring Radiasi (Lens Shade)
Yang disarankan untuk berbagai tingkat arus las

No Lensa
Arus Pengelasan, Ampere
8
10
12
14
Hingga 75
75 – 200
200 – 400
Diatas 400

Untuk ruangan yang khusus digunakan untuk pengelasan GTAW sebaiknya dicat dengan cat titanium dioxide atau zinc oxide, karena jenis zat ini akan mengurangi tingkat radiasi GTAW.

Serangan Arus Listrik

Di dalam ANSI Z 49.1 Bab 11.4.9 (Avoidance of electrical shock), tergantung sepenuhnya pada pengendalian juru las, oleh karenanya pihak juru las harus diberi informasi yang sejelas-jelasnya akan bahaya sengatan listrik tersebut. Walaupun sengatan listrik tersebut rendah, namun rasa terkejut dapat menyebabkan seorang juru las jatuh dari ketinggian pengelasan. Sengatan arus listrik yang kecil dapat termagniffikasi oleh baju yang basah kuyup oleh keringat sehingga cukup mengejutkan, apalagi yang tersengat adalah bagian tubuh yang peka.

Mesin Las

Keselamatan mesin las juga harus menjadi perhatian juru las. Semua mesin las sebaiknya terdaftar di kantor perusahaan pemilik dengan identifikasi khusus yang jelas. Mesin las yang rusak harus segera diperbaiki dengan benar dan tuntas. Semua mesin las harus dikalibrasi untuk meyakinkan bahwa penunjukan meter-meternya tepat. Hal ini perlu untuk menjamin mutu pengelasan. Walaupun juru las terkualifikasi dengan baik dan kinerjanya pun baik, namun jika mesin las tidak berfungsi dengan baik, hasilnya pun akan buruk. Kondisi kabel las, penjepit, dan terminal-terminal listrik harus dalam keadaan terisolasi dan terhubungkan dengan baik. Setiap kali mesin las ditinggalkan harus dalam keadaan off, demikian juga dengan hubungan ke sumber arus listrik harus dalam kondisi switched off.

No comments:

AksenClix BBcode:

Click Get Money